ARI KS Center Launching Dengan Jagongan Budaya

 36 total views,  1 views today

BERITA KLATEN –  Ari Koeswanto sebagai owner ARI KS Center di Klaten, Jawa Tengah melakukan launching dengan mengawali sarasehan budaya bertema Strategi Kebudayaan serta Aplikasi Literasi Rasional dan Fiksi di Kafe Omah Joglo Surobayan, Jatinom, Sabtu (16/1/2021) siang.

Dalam pengantarnya, Ari Koeswanto mengungkapkan dalam kehidupan  pada dasarnya  diawali dari budaya.  Manusia tentunya ingin terus bergerak maju lebih baik. Maka  mesti mengetahui  sesuatu  yang didapat dari budaya.  Ari Koeswanto ingin menjadikan ARI KS Center tempat menggali strategi kebudayaan serta aplikasi literasi rasional dan fiksi. Di forum ARI KS Center tentunya menjadi tempat untuk menggali nilai-nilai budaya yang beragam untuk mensejahterakan manusia. Sehingga manusia yang berbudaya akan menciptakan suasana damai serta nyaman dalam kehidupannya.

Ika Nidaul Haq selaku pegiat literasi dan pemerhati budaya, dalam forum ARI KS Center selaku penyelenggara antara lain mengungkapkan kesempatan ini hendaknya menjadi sarasehan atau jagongan tentang budaya.  Tentunya 40-an orang para pemerhati budaya yang hadir di forum ARI KS Center dapat menyampaikan pandangannya mengenai budaya. Tentunya budaya  tidak lepas kesenian, properti, musik, dan lainnya. Budaya yang akan diterima  para generasi penerus akan berlanjut terus.

Tito Triatmoko dalam menyampaikan pandangan mengenai budaya antara lain mengungkapkan adanya kehidupan diawali dari budaya. Maka budaya akan terus berlanjut seirama dengan perkembangan  jaman.

Mayor Inf Puji Mulyono wawasannya mengenai Klaten merupakan tempat awal budaya. Karena di wilayah Kabupaten Klaten adanya candi-candi yang didirikan para jaman kuno. Mereka sudah berbudaya. Dibuktikan adanya Candi Prambanan, dan candi-candi lainnya  yang ada di Klaten.

Lain lagi yang diungkapkan Muhammad Anahori.  Antara lain ia mengatakan  Klaten  yang berdekatan dengan  Kota Yogyakarta dan Kota Surakarta tentunya Klaten bisa berkiblat ke budaya Yogya maupun budaya Surakarta. Karena dua kota tersebut  merupakan kota kerajaan  Kesultanan dan Mangkunegaran. Menurut Muhammad Anshori kota Surakarta, Klaten, Yogyakarta merupakan  satu gang.  Anshori menegaskan  di Klaten tidak ada yang unik. Klaten mestinya punya gaya sendiri.

Ari Koeswanto ketika diwawancarai wartawan antara lain mengatakan ARI KS Center ini menjadi forum untuk menggali pengetahuan budaya.  Dari menggali budaya  nantinya  akan dapat menambah pengetahuan. Siapapun ingin bergabung di ARI KS Center boleh saja. Kedepan Ari Koeswanto akan terus melakukan  sosialisasi ke seluruh wilayah kecamatan Kabupaten Klaten,  Jawa Tengah. Ia mengatakan ARI KS Center tidak ada sponsor dari pihak.  Untuk kegiatan dibeayai sendiri.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai mencari profit, Ari Koeswanto bisa juga. Karena sekarang liberal untuk mendapatkan profit untuk hidup.(ksd)

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru