Talk Show, Cuci Tangan Memakai Sabun Lebih Efektif

BERITA KLATEN – Untuk mencegah terpapar virus korona lebih efektif adalah  membiasakan cuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengucur.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Cahyono Widodo ketika menjadi nara sumber talk show yang bertema “Cuci Tangan? Pakai Sabun Dong…” di Balai Desa Nglinggi, Klaten Selatan, Kabupaten Klaten,  Kamis (26/11/2020) siang.  Dokter Cahyono Widodo mengatakan, mencuci tangan menggunakan sabun akan membersihkan lemak maupun minyak yang menempel pada tangan. Lemak  dan minyak dapat menjadi media menempelnya  virus korona. Sabun menjadi sarana untuk membersihkan lemak dan minyak menempel pada tangan. Mencuci tangan menggunakan sabun lebih efektif dibandingkan menggunakan hand sanitizer. Karena sabun cepat membersihkan lemak maupun minyak.

Lebih lanjut Dokter Cahyono mengungkapkan cara mencuci tangan mestinya memenuhi  ketentuan. Mencuci tangan mestinya dapat membersihkan sela jari jemari, telapak tangan, maupun punggung tangan. Mencuci tangan memakai sabun lama waktu sesuai ketentuan. Juga ajakan untuk disiplin protokol kesehatan, ialah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sewaktu ada kerumunan orang.

Nara sumber Talk Show tersebut selain dr Cahyono Widodo adalah Plt Kepala Satpol PP Rabiman.  Dalam paparanya Rabiman antara lain mengungkapkan mengenai operasi yustisi yang dilakukan berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Klaten nomor 40 tahun 2020. Sepekan paling tidak 4 kali melakukan operasi penertiban protokol kesehatan. Dalam operasi penertiban pemakaian masker sanksi yang dikenakan bagi pelanggar adalah sanksi penahanan kartu tanda penduduk (KTP) dan sanksi sosial disuruh menyanyikan lagu wajib atau mengucapkan Pancasila. Operasi di tempat warung lesehan, maupun di tempat-tempat wisata juga dilakukan operasi.

Talk Show “Cuci Tangan? Pakai Sabun Dong…” yang dilaksanakan di Balai Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan kerja sama antara Koran Bernas bersama BNPB Gugus Tugas Covid-19 dengan Pemerintah Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan.  Hadir dalam acara Talk Show tersebut Camat Klaten Selatan Jaka Hendrawan, Pemimpin Redaksi Koran Bernas Putut Wiryawan. Peserta yang hadir Talk Show Cuci Tangan, pakai sabun dong ada 30-an orang. Mereka yang hadir antara lain tokoh masyarakat, Kades Nglinggi Sugeng Riyadi beserta Babinsa, Kepala Unit Pasar Srago Agus Setiyono dengan stafnya Kurniawan Dwi Raharjo, para guru, dan aktivis perempuan Desa Nglinggi.

Kepala Desa Nglinggi Sugeng Riyadi dalam sambutannya antara lain mengatakan terima kasih pada Koran Bernas yang telah menyesponsori adanya kegiatan Talk Show mengenai cuci tangan untuk mewujudkan disiplin protokol kesehatan. Penanganan pandemi virus korona atau Covid-19 perlu dilakukan bersama-sama. Bila masyarakat di Klaten tertib atau disiplin menjalankan protokol kesehatan virus korona segera hilang dari Klaten.

Camat Klaten Selatan Jaka Hendrawan dalam sambutannya antara lain mengatakan Koran Bernas menunjuk Desa Nglinggi untuk kegiatan Talk Show adalah untuk memotivasi menuju tatanan hidup yang baru di masa pandemi ini. Sehingga adanya talk show cuci tangan akan menyadarkan  masyarakat Klaten agar selalu disiplin protokol kesehatan.

Pimpinan Redaksi Koran Bernas Putut Wiryawan dalam sambutannya antara lain menuturkan kegiatan talk show merupakan wujud kerja sama Koran Bernas dengan Pemerintah Kabupaten Klaten. Kepala Desa (Kades) Sugeng Riyadi yang disenangi rakyat karena keterbukaan, karena itu menurut Putut Wiryawan Desa Nglinggi cocok dengan teks line Koran Bernas.

Dalam Talk Show Cuci Tangan? Pakai Sabun Dong… berjalan lancar. Hadirin yang mengikuti giat talk show nampak penuh perhatian.  Dalam kesempatan tanya jawab ada peserta yang mengajukan pertanyaan  teknis mencuci tangan agar tidak terpapar covid-19.  Juga ada yang menanyakan  mengenai penangan operasi yustisi di tempat wisata, dan rumah makan. Dokter Cahyono Widodo menjawab caranya  mencuci tangan yang benar. Agar tidak tersentuh dengan kran air cuci tangan dengan sensor. Sedang Rabiman melakukan operasi di tempat rumah makan agar menepati sarana cuci tangan, juga menata jarak tempat duduk. Kalau tidak mentaati memenuhi sarana tempat cuci tangan dan mengatur jaga jarak tempat duduk rumah makan dapat ditutup.(ksd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *