Terbongkarnya Pupuk Petro Kimia Gresik Palsu Diawali Petani Planggu Laporkan Polisi

BERITA KLATEN – Terungkapnya pupuk Petra Kimia Gresik palsu berkat laporan petani di Desa Planggu, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, pada polisi  resort Klaten.

Demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah IRJEN Pol Rycko Amelza Dahniel sewaktu jumpa pers di lokasi  produksi pupuk Petra Kimia palsu di Kelurahan Gedong, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (28/2/2020) sore. Lebih lanjut IRJEN Pol Rycko mengungkapkan setelah laporan petani di Planggu, Trucuk dilakukan penyelidikan tersangka sebanyak dua orang, SP dan AY. SP ini yang menawarkan pada para petani. Karena petani merasa butuh pupuk untuk merabuk tanaman padi. Berkat laporan dari petani, kemudian SP dan AY ditangkap polisi.

Dari penyelidikan SP dan AY kemudian pelaku berkembang  sampai di Kabupa-ten Gunungkidul, Polda DIY ialah AA dan S, dan dari Wonogiri F dan T. Kemudian pupuk palsu ini dilakukan penyelidikan di Laborat  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian UGM Yogyakarta. Hasil penelitihan pupuk Petro Kimia Gresik yang di duga palsu tidak memenuhi standart.

Menurut petani Ngatijan dari Trucuk, pupuk petro kimia yang dijual oleh seseorang itu palsu.  Barangnya tidak diproses secara standart. Ia dengan dibongjarnya pupuk palsu itu mengucapkan terima kasih pada polisi ywng telah berhasil membongkar pupuk palsu.

Pesan Kapolda Jateng Rycko Amelza D, petani agar cermat memilih pupuk jangan sampai  tertipu. Beli pupuk agar di tempat  sentra-sentra yang di kios pupuk lengkap (KPL). Petani agar jeli memilih pupuk yang benar. Di tempat produksi ini ditemukan 10500 karung pupuk palsu.

Dalam pers relies di lokasi tempat produksi pupuk palsu ini dihadiri Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko P, Kapolres Wonogiri AKBP C Tobing, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, dan beberapa pejabat lainnya. Menurut  Lurah Gedong Tanzis, dan tokoh masyarakat di Kelurahan Gedong  masyarakat di sekitar tidak tahu kalau tempat itu juga untuk produksi pupuk palsu itu. Tahunya tempat itu diguna-kan memproduksi semen kalsit. Ternyata di belakang digunakan untuk memproduksi pupuk palsu.(ksd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *