BERITA KLATEN – Ada 6 orang pengunjung yang sedang fokus menyaksikan perayaan tradisional Yaa-Qowiyyu di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah kecopetan dompet dan handphone, Jumat (31/7/2026).
Pengunjung perayaan Yaa-Qowiyyu yang kecopetan antara lain Dwi Yanto, warga dari Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ketika diwawancarai Berita Klaten mengatakan kehilangan dompetnya ketika sedang memperhatikan pengunjung yang berebut apem yang disebar. Menurut Dwi Yanto dompet yang dicopet berisi uang kurang lebih Rp100.000,- dan berisi kartu tanda penduduk (KTP), dan surat ijin mengemudi (SIM), serra surat lainnya.
Ada lagi warga Desa Sedayu, Kecamatan Tulung, Klaten yang tidak mau disebut identitasnya bersama dua temannya juga kecopetan. Barang yang hilang kecopetan berupa telefon genggam (HP) sejumlah 3. Ceritanya sejumlah 3 unit terdiri dari milik 2 temannya disimpan di dalam satu tas cangklong yang dibawanya. Kemudian mereka bertiga sedang melihat pengunjung yang berjubel berebut kue apem di Plampean. Tahu-tahu 3 unit HP yang ada di tasnya hilang.
Ada lagi 2 orang remaja laki-laki warga dari Desa Jungkaré, Kecamatan Karangnon, Klaten juga tidak mau disebut namanya, datang di Polsek Jatinom untuk lapor kehilangan HP-nya ketika melihat perayaan tradisional Yaa-Qowiyyu di Jatinom.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jatinom AKP Damin ketika dikonfirmasi Berita Klaten.com mengatakan ada 6 orang pengunjung perayaan Yaa-Qowiyyu yang kecopetan. Dari 6 peristiwa kecopetan di perayaan tradisional Yaa-Qowiyyu AKP Damin tidak merinci semuanya.
Lebih lanjut, AKP Damin mengatakan sejak awal sudah menghimbau pada para pengunjung perayaan Yaa-Qowiyyu agar hati-hati menjaga barang-barang berharga miliknya, antara lain berupa HP, dompet, tas yang dibawanya, dan barang bawaan lainnya. Selain itu AKP Damin juga menghimbau pada pengunjung agar menjaga keluarganya. Terutama yang mengajak anak-anaknya agar jangan sampai terlepas. Anak-anak agar selalu berada di dekat orang tuanya.
Untuk menindaklanjuti laporan pengunjung perayaan Yaa-Qowiyyu yang menjadi korban pencopetan akan melakukan penyelidikan. Semoga pelaku tindak kejahatan pencopetan segera dapat ditangkap.
Pengamanan perayaan tradisional Yaa-Qowiyyu di Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah TNI dan POLRI selalu siap siaga. Tidak ketinggalan, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 24 Kabupaten Klaten, ORARI, dan adik-adik Pramuka, serta unsur lainnya juga terlibat pengamanan.(ksd)