BERITA KLATEN — Kapolres Klaten AKBP Muh Faruk Rozi menegaskan bahwa tidak terjadi tawuran antar suporter sepak bola yang melintasi wilayah hukum Polres Klaten, Jumat (6/2/2026) malam.
Aparat memastikan peristiwa yang terjadi di Prambanan Klaten, Jawa Tengah merupakan gesekan antara rombongan suporter dengan pengguna jalan lain.
“Terkait dengan adanya isu yang beredar, yang berhembus bahwa terjadi bentrokan antar suporter itu kami klarifikasi itu tidak benar. Adapun kejadian tersebut adalah gesekan antara kelompok suporter dengan pengguna jalan yang lain atau masyarakat yang ada di sekitarnya. Jadi tidak ada tawuran ataupun bentrokan antar suporter,” ungkap Kapolres Klaten menegaskan.
AKBP Muhammad Faruk Rozi mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan kegiatan pengamanan dan pengawalan terhadap rombongan suporter Persis Solo yang melintas di wilayah hukum Polres Klaten usai menyaksikan pertandingan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengawalan dilakukan sejak perbatasan Yogyakarta–Klaten hingga wilayah Sukoharjo.
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian mengawal sekitar 300 suporter yang menggunakan kendaraan roda dua. Pengawalan dilakukan secara estafet untuk memastikan rombongan dapat melintas dengan aman dan tertib.
“Anggota Polres Klaten melaksanakan kegiatan pengawalan berjalan kaki dengan pagar betis dari perbatasan wilayah Klaten – Jogja sampai ke exit tol Prambanan. Setelah itu kita melaksanakan pengawalan terhadap seluruh suporter yang akan kembali ke wilayah Solo dengan menggunakan roda empat dan juga kita estafet serahkan sampai ke wilayah Sukoharjo,” Ungkap Kapolres Klaten AKBP Muhammad Faruk Rozi.
Meski demikian, dalam rangkaian pengamanan tersebut terjadi satu insiden penganiayaan terhadap seorang warga berinisial KM (23). Korban diketahui bukan bagian dari kelompok suporter mana pun dan hanya melintas di lokasi kejadian.
“Korban berinisial KM, usia 23 tahun, yang bersangkutan tidak terafiliasi dengan kelompok suporter tertentu. Korban merupakan masyarakat umum yang kebetulan melintas di lokasi,”tutur Kapolres Klaten.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada pipi sebelah kiri serta luka robek pada bagian dalam mulut. Korban telah menjalani perawatan rawat jalan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Klaten.
“Saat ini kami telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi,” kata Kapolres Klaten.
Selain insiden penganiayaan, polisi juga mencatat adanya beberapa kelompok suporter yang sempat berhenti di jalan untuk menyalakan flare dan petasan sehingga menimbulkan kemacetan. Petugas segera memberikan imbauan agar rombongan melanjutkan perjalanan.
Kepolisian mengimbau seluruh kelompok suporter untuk menjaga ketertiban dan menghormati hak pengguna jalan lain demi terciptanya keamanan dan keselamatan bersama.
“Kami himbau juga kepada pengurus dan suporter atau koordinator suporter untuk menghimbau anggotanya, bahwa kita akan melaksanakan pengawalan dan pengamanan terhadap mereka, tapi jangan lupa bahwa pengguna jalan juga mempunyai hak yang sama dengan mereka. Jadi saya minta tolong mereka menjaga ketertiban dan bisa bersama-sama dengan pengguna yang lain memelihara kamseltibcarlantas,” ungkap Kapolres Klaten.(ksd/humas rest)
