100 Siswa SMA Ikuti Kegiatan Implementasi AI Ready ASEAN Mafindo di Polres Klaten

BERITA KLATEN – Polres Klaten bekerja sama dengan Mafindo menggelar kegiatan Implementasi AI Ready ASEAN di Aula Satya Haprabu Polres Klaten dengan melibatkan 100 siswa SMA se-Kabupaten Klaten sebagai peserta terpilih, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project Implementasi AI Ready yang diinisiasi Polda Jateng dengan sasaran para pelajar SMA/SMK di seluruh Jawa Tengah. Tujuan dari implementasi AI Ready ASEAN adalah membangun literasi kecerdasan artifisial (AI), etika digital, serta ketahanan terhadap hoaks dan disinformasi di kalangan generasi muda.

Program AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang dilaksanakan di 10 negara Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini bermitra dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), termasuk Mafindo, dengan target menjangkau jutaan masyarakat melalui pelatihan literasi AI secara berkelanjutan.

Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari strategi membangun ketahanan digital masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pengetahuan teknis, melainkan bagian dari strategi membangun ketahanan digital masyarakat. Peserta yang hadir hari ini adalah 100 siswa terpilih yang nantinya diharapkan menjadi trainer bagi teman-temannya di sekolah masing-masing,” ujar AKBP Moh. Faruk Rozi.

Ia menambahkan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial yang sangat cepat membawa tantangan baru, seperti disinformasi, manipulasi konten digital, hingga penipuan berbasis teknologi. Oleh karena itu, literasi digital yang kuat menjadi kebutuhan mendesak.

“Jika kita tidak memiliki literasi digital yang baik, kita akan mudah terpengaruh dan terprovokasi. Program ini dirancang agar peserta tidak berhenti sebagai peserta semata, tetapi mampu menciptakan efek berantai positif dalam membangun ekosistem literasi AI di lingkungan pendidikan,” tegasnya.

Kapolres juga menekankan bahwa Polres Klaten berkomitmen mendukung penuh program ini agar tidak berhenti pada tataran seremoni, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi pelajar dan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan output dan outcome yang nyata. Bukan hanya pelatihan satu hari, tetapi melahirkan duta literasi AI dan meningkatkan kesadaran kritis pelajar terhadap hoaks dan disinformasi,” lanjut Kapolres Klaten.

Sementara itu, perwakilan Mafindo sekaligus PIC pelatihan, Erwina Tri S., menjelaskan, 100 siswa yang mengikuti pelatihan merupakan peserta pertama di Kabupaten Klaten dalam implementasi AI Ready ASEAN.

“Kawan-kawan yang hadir hari ini adalah 100 siswa pertama di Kabupaten Klaten yang mengikuti implementasi AI Ready ASEAN. Ini kesempatan yang sangat berharga, dan kami berharap setelah pelatihan ini mereka dapat menjadi agen literasi digital di sekolah masing-masing,” ujar Erwina Tri S.

Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru, orang tua, dan master trainer, dengan modul yang mencakup dasar AI, penggunaan dan implementasi AI, etika serta privasi, hingga metode mengajar tentang AI.

Salah satu peserta pelatihan, Aura Nurani, siswi kelas X SMA Negeri 1 Klaten, mengaku awalnya memiliki pandangan berbeda tentang kecerdasan artifisial sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

“Sebelum mengikuti AI Ready ASEAN, saya memandang AI sebagai sistem yang mungkin bisa menggeser manusia dan bahkan membuat saya kalah bersaing dengan teman-teman yang menggunakannya. Namun setelah mengikuti pelatihan ini, saya memahami bahwa AI justru bisa mendukung manusia dalam kegiatan sehari-hari dan bahkan membuka peluang pekerjaan baru yang lebih luas,” ungkap Aura Nurani.

Ia juga menyampaikan rencananya untuk memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Aura berencana membuat blog atau website yang memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajarnya, sekaligus membagikan informasi kepada teman-temannya tentang pemanfaatan AI secara bijak.

Pelatihan ini juga dilengkapi dengan akses Learning Management System (LMS) yang memungkinkan peserta mengakses materi secara fleksibel dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, literasi AI diharapkan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi gerakan berkesinambungan di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan implementasi AII Ready ASEAN ini, Polres Klaten menegaskan peran aktifnya dalam mendukung transformasi digital yang aman, etis, dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis membekali generasi muda agar siap menghadapi masa depan di era kecerdasan artifisial dengan sikap kritis, bijak, dan berintegritas.(ksd/humas rest)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar