BERITA KLATEN – Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 digelar di Lapangan LSDC Polres Klaten, Kamis (12/3/2026).
Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Polres Klaten dan TNI menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi guna memastikan situasi keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Apel yang dilaksanakan di Lapangan KSDC Polres Klaten itu dipimpin oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi dan Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, instansi pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta berbagai unsur mitra kepolisian.
Sebanyak 690 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, tenaga kesehatan, PLN, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), ORARI, relawan, juga adik Pramuka Saka Bhayangkara. Personel tersebut akan disebar untuk mengamankan sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Klaten selama masa Operasi Ketupat Candi 2026.
Amanat Kapolri yang dibacakan oleh Bupati Klaten, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana sekaligus wujud komitmen sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.

“Apel gelar pasukan ini merupakan suatu bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026 sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,”kata Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan secara nasional selama 13 hari, ialah mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ketupat candi melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan dari berbagai instansi. Operasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan arus mudik dan arus balik serta menjaga stabilitas situasi kamtibmas selama masa libur Lebaran.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap menyiapkan berbagai strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten juga menjelaskan bahwa pengamanan Lebaran di wilayah Kabupaten Klaten melibatkan ratusan personel gabungan yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan serta pos pelayanan bagi masyarakat.
“Di Klaten operasi ketupat candi ini diikuti berbagai instansi terkait dengan total sekitar 690 personel. Mulai malam ini mereka akan disebar di tujuh pos pengamanan dan dua pos wisata yang ada di wilayah Kabupaten Klaten,” tutur Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 melalui penyediaan personel, sarana prasarana, serta dukungan operasional di seluruh pos pengamanan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama masa mudik dan libur Lebaran.
Selain pengamanan arus mudik, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan sebelum berangkat. Masyarakat juga diminta memanfaatkan fasilitas pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik jika membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya TNI dan pemerintah daerah, dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Klaten.
“Kami dari Polres Klaten mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI dan pemerintah daerah yang telah berkolaborasi dan bersinergi dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 yang akan berlangsung mulai tanggal 13 sampai 25 Maret,”ungkap Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi.
Kapolres menjelaskan bahwa pengamanan Lebaran di wilayah Klaten difokuskan pada tujuh pos pengamanan serta dua pos wisata yang akan menjadi pusat pelayanan masyarakat selama masa libur Lebaran. Selain itu, kepolisian juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti layanan derek gratis, BBM mobile, hingga fasilitas istirahat bagi pemudik. Layanan pijat bagi pemudik yang merasa kecapekan juga disediakan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan mudik. Menurutnya, keselamatan selama perjalanan sangat bergantung pada kesiapan pengemudi serta kondisi kendaraan yang digunakan.

“Pastikan kondisi kesehatan benar-benar fit sebelum melakukan perjalanan. Kendaraan juga harus dipastikan laik jalan, serta hindari penggunaan telepon seluler saat berkendara. Jika merasa lelah, silakan beristirahat di rest area atau di pos pengamanan yang telah disediakan,” ungkap Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi.
Selain itu, Polres Klaten juga menyiapkan lima tim urai kemacetan yang akan bertugas di sejumlah titik rawan kepadatan lalu lintas. Tim tersebut akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama di jalur arteri setelah Exit Tol Prambanan yang menjadi salah satu titik rawan kepadatan saat libur Lebaran.
Komandan Distrik Militer (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, pada wartawan mengatakan siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 bersama seluruh unsur terkait.
“Kodim 0723/Klaten siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026. Sehingga kondisi wilayah Kabupaten Klaten terkendali, lancar, dan tercipta aman mulai arus mudik hingga arus balik dalam merayakan Lebaran tahun 2026,” tutur Dandim Klaten.
Dengan dukungan penuh dari berbagai unsur pemerintah, TNI, serta instansi terkait, Polres Klaten memastikan seluruh rangkaian pengamanan Idul Fitri dapat berjalan optimal. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan nyaman dan penuh kebahagiaan.(ksd/humas rest)