BERITA KLATEN – Di KLUNGKUNG BALI Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dan strategis merawat kerukunan di masyarakat. Oleh karena itu Ida Pangelingsir mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama merawat kerukunan dan menjaga kondusifitas di daerahnya masing-masing.
Ajakan tersebut disampaikan Ida Pangelingsir usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi FKUB Indonesia yang dihadiri pengurus lainnya, melakukan Zoom dari Puri Bencingah, Klungkung, Bali, Kamis (1/10/2026).
Menurut Ida Pangelingsir, kerukunan adalah modal utama pembangunan dan aset bangsa yang paling mahal. Di tengah dinamika sosial, politik, dan informasi yang cepat beredar di media sosial seperti kasus-kasus rumah ibadat yang viral, peran FKUB di setiap tingkatan menjadi sangat vital.
“Mari kita rawat kerukunan ini bersama. Beda agama, beda suku, beda pilihan politik itu anugerah. Jangan karena perbedaan kita menjadi terpecah. Tugas kita sebagai FKUB adalah menjadi perekat, menjadi penyejuk, dan menjadi jembatan dialog,” ujar Ida Pangelingsir didampingi Wasekjen Pendeta Samuel D Luas, Wakil Ketua Gede Nurjaya, dan Ketua Komisi Hubungan Kelembagaan dan Kominfo H. Moch.Isnaeni.
Ia menegaskan tiga pesan penting hasil Rakor Asosiasi FKUB Indonesia diantaranya
memperkuat
dialog dan kearifan lokal dengan
menyelesaikan persoalan dengan duduk bersama (dialog) berbasis kearifan lokal, bukan dengan pengerahan massa atau kekerasan. Contoh kasus penyelesaian damai di Rajeg Tangerang menjadi pelajaran penting.
Dikatakan bahwa FKUB adalah sebagai early warning system, dan oleh karena itu
Pengurus FKUB Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga PKUB Kecamatan dan Desa diminta peka dan cepat turun tangan jika ada potensi gesekan di masyarakat, terutama setiap menjelang tahun politik.
“Oleh karena itu kami mengajak tokoh lintas agama untuk aktif meluruskan hoaks dan konten provokatif di media sosial, serta menyebarkan narasi cinta kasih dan toleransi.” katanya.
Rakor Zoom tersebut diikuti oleh semua pengurus Asosiasi FKUB Indonesia.
“Para pengurus sepakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh tokoh masyarakat demi Indonesia yang rukun, damai, dan harmonis.” katanya.
Ida Pangelingsir juga mengatakan bahwa para tokoh lintas agama memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mencegah terjadinya konflik sosial berdimensi agama di masyarakat.
Menurutnya, di tengah mudahnya penyebaran provokasi dan hoaks di media sosial seperti kasus rumah ibadah, maka tokoh agama adalah garda terdepan yang ucapannya masih didengar dan perilakunya menjadi panutan umat.
“Para tokoh lintas agama memiliki peran penting dan strategis dalam mencegah terjadinya konflik sosial berdimensi agama di masyarakat.” kata Ida Pangelingsir.
Ia meminta seluruh anggota dan pengurus FKUB di daerah untuk hadir, merangkul, dan memediasi apabila ada bibit-bibit gesekan di masyarakat. Karena kerukunan itu harus dirawat setiap hari, bukan hanya saat terjadi konflik.
Penulis: Moch.Isnaeni
Editor:ksd