Search

Aksi Peduli Lingkungan Lewat Pemanfaatan Cuka Dapur dan Baking Soda Sebagai Solusi WC Tersumbat Bersama Para Ibu TP-PKK Cetan

Klaten (17/07/2023) – Sanitasi merupakan salah satu hal penting yang tak terpisahkan dalam hidup kita. Kebersihan lingkungan sudah sepatutnya menjadi prioritas bagi tiap keluarga. Rendahnya daya jasa lingkungan dipengaruhi oleh tindakan-tindakan merugikan yang seluruhnya berasal dari manusia tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Salah satu hal yang sering diremehkan adalah penyumbatan saluran pembuangan di rumah. Poin ini seringkali terlupakan karena dampaknya yang tidak bisa langsung dirasakan, melainkan butuh beberapa waktu. Perawatan septitank atau kloset tak jarang luput dari perhatian orang-orang di rumah. Siapa sangka,  penyumbatan di saluran pembuangan berdampak sangat buruk bagi lingkungan kita. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah pencemaran tanah yang juga akan berujung pada pencemaran air.

Pelaksanaan program ini sebenarnya berfokus pada upaya peningkatan kesadaran masyarakat di Desa Cetan akan pentingnya memperhatikan bahan-bahan pembersih di rumah karena ternyata mereka memiliki dampak jangka panjang yang sangat buruk terhadap lingkungan sekitar. Sejalan dengan jurusan yang penulis tekuni yakni Hubungan Internasional, mempelajari salah satu mata kuliah yakni Kejahatan Transnasional Terhadap Lingkungan yang sebagian besar mempelajari berbagai tindakan manusia yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, urgensi dari pelaksanaan program sosialisasi WC tersumbat dengan memanfaatkan cuka dapur dan baking soda ini sangat berguna bagi masyarakat Desa Cetan supaya semakin peduli pada lingkungan dan semakin bijaksana dalam memilih produk pembersih yang ramah lingkungan atau beralih menggunakan barang substitusi yang alami.

Banyaknya keluhan WC tersumbat akibat kurangnya perawatan memunculkan berbagai upaya untuk mengatasi hal tersebut. Mulai dari yang manual hingga yang instan. Cara pembersihan septitank secara manual dapat ditempuh dengan rutin menggunakan larutan pembersih yang mudah ditemukan di pasaran. Akan tetapi,  penggunaan larutan-larutan kimia semacam ini dalam jangka panjang berdampak sangat buruk terhadap lingkungan kita karena kandungan di dalamnya yang cenderung memberi dampak buruk terhadap lingkungan. Sedangkan cara yang instan dapat dilakukan dengan memanggil tenaga sedot WC. Namun, karena di Desa Cetan sangat jarang ditemukan tenaga sedot WC panggilan, maka program ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut dengan alternatif lain. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alamiah seperti cuka dan soda kue dapat meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan berbagai sabun pembersih bagi lingkungan kita. Larutan campuran antara dua bahan ini dapat menimbulkan reaksi cukup keras berupa ledakan kecil di dalam lubang septitank ketika proses eksekusi berlangsung. Cara untuk menghindari ledakan tersebut adalah dengan menakar seberapa parah penyumbatan yang terjadi pada WC agar tidak salah menuangkan ukuran, baik cuka dapur maupun soda kuenya.

Program sosialisasi ini ternyata menarik antusiasme para peserta yakni ibu-ibu PKK Desa Cetan. Tidak sedikit dari mereka yang mengeluhkan hal yang sama yakni bau tidak sedap dari toilet yang cukup pekat akibat kotoran dalam septitank yang sudah terlalu penuh dan berujung pada penyumbatan. Banyak juga dari para ibu yang menyampaikan pertanyaan diantaranya terkait apakah penggunaan soda kue akan berbahaya bagi makhluk hidup di sekitar. Kemudian, ada pula pertanyaan terkait apakah kesalahan dalam mengukur takaran cuka dan soda kue memiliki dampak negatif tertentu. Satu lagi adalah pertanyaan tentang apakah kalau tidak memiliki soda kue, dapat diganti dengan bahan lain. Ternyata, metode ini tidak asing bagi salah seorang ibu yang juga menyampaikan pertanyaan ketika sosialisasi berlangsung. Beliau menanyakan bahwa selama ini, ia menggunakan soda api untuk meluruhkan kotoran-kotoran yang tersumbat di WC, apakah penggunaan soda api aman bagi lingkungan. Namun dalam praktiknya, ternyata penggunaan soda api sangatlah berbahaya bagi sekitar, terutama manusia karena ledakan yang ditimbulkan dapat mencuat sangat besar.

 

Penulis: Stefani Deyra Tiarasari/Hubungan Internasional Universitas Diponegoro Semarang

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar