Gladhen Jemparingan Mataraman Se Jawa & Bali Diikuti 582 Peserta

BERITA KLATEN – Gladen Ageng Jemparingan Mataraman yang diselenggarakan dalam rangka memperingati adeging Kabupaten Klaten yang ke-218 tahun diikuti sejumlah 582 peserta se Jawa – Bali dilaksanakan di Lapangan Kalibajing, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (24/7/2022).

Ketua panitia penyelenggara Gladhen Jemparingan Mataraman se Jawa dan Bali,  Agung Kristanto dalam sambutan pembukaan antara lain mengatakan pesertanya dari 20 kota se Jawa  dan Bali. Rincian pesertanya ada 492 pria, dan 91 wanita.

Lebih lanjut Agung Kristanto mengungkapkan penyelenggaraan gladhen jemparingan ini untuk memeriahkan hari jadi ke-218 Kabupaten Klaten. Moment gladhen jemparingan ini sekaligus upaya untuk melestarikan budaya tradisional yaitu jemparingan. Kegiatan gladhen jemparingan khususnya juga untuk mengenalkan jemparingan pada masyarakat di sekitar Kabupaten Klaten, dan umumnya mengenalkan pada masyarakat  Indonesia.

Agung Kristanto juga menuturkan kegiatan gladhen ageng jemparingan ini juga untuk memberdayakan UMKM PKK Desa Pakahan, sehingga roda perekonomian di Desa Pakahan dapat bergerak.

Menurut Agung Kristanto, rencana Bupati Klaten Hj Sri Mulyani akan hadir untuk menyaksikan dan menyampaikan sambutan. Karena ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan, maka Bupati Klaten Hj Sri Mulyani berhalangan hadir, maka beliau mendelegasikan pada Kepala Dinas BUDPORAPAR, Sri Nugroho.

Sambutan Bupati Klaten Sri Mulyani yang dibacakan oleh Sri Nugroho antara lain mengungkapkan selamat datang pada peserta jemparingan se Jawa dan Bali di Kabupaten Klaten.  Bupati Sri Mulyani juga mengatakan Jemparingan merupakan olah raga panahan tradisional Jawa dengan gaya Mataram.  Jemparingan berasal dari kata jemparing yang berarti anak panah, permainan jemparingan ini memiliki nama sendiri untuk perlengkapan yang menyertainya. Tidak seperti aktivitas panahan pada umumnya. Jemparingan memiliki sejarah, filosofi dan teknis dasar sendiri.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Mulyani juga mengatakan menyambut baik diselenggarakannya olah raga jemparingan ini dalam rangka memperingati hari jadi ke-218 Kabupaten Klaten yang puncaknya akan diperingati pada tanggal 28 Juli yang akan datang.

Sekretaris Panitia Gladhen Jemparingan Mataraman Yohanes Andre pada Berita Klaten.com mengatakan peserta Gladhen Jemparingan se Jawa dan Bali memakai pakaian tradisional. Peserta dari Jawa Tengah memakai pakaian sorjan gaya Jogya, juga model Solo. Peserta dari Jawa Barat, dari Madura, dan Bali juga memakai pakaian khas mereka. Ia juga menuturkan Gladen Jemparingan Mataraman ini ada 30 bandul. Peserta gladhen jemparingan yang jumlahnya ada 582 peserta diperkirakan selesai pada sore hari.

Agung Kristanto pada Berita Klaten.com menuturkan untuk juara gladhen jemparingan juga disediakan stimulan atau rangsangan berupa piala, uang pembinaan, door price yang menarik. Untuk komsumsi peserta disediakan vocher yang dapat untuk mengambil komsumsi pada UMKM yang didasarkan atau buka  stand di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakahan.

Tamu undangan yang hadir adalah perwakilan dari KONI Kabupaten Klaten Suyanto, Pejabat Polres Klaten, Kades Pakahan Markun, dan tamu undangan lainnya.

Pantauan Berita Klaten.com, para peserta gladhen jemparingan di Lapangan Kalibajing, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten nampak penuh semangat dan konsentrasi memanah melepaskan anak panahnya.  Jarak dari memanah hingga polo kurang lebih 30 meter.(ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

DomaiNesia