Jalan Akses Ke Desa Towangsan, Gantiwarno Ditutup Warga Menggunakan Pagar

 129 total views,  1 views today

BERITA KLATEN – Warga masyarakat di  Dukuh Titang RW 05, Desa Towangsan, Kecamatan  Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah menutup jalan desa akses ke Desa Towangsan dengan memasang pagar bambu, diberi benner tulisan “Disini Bukan Tempat Sampah” Warga RW 05 Ds Towangsan, pada Minggu (4/7/2021) lalu.

Ada dua tempat titik yang dipasang pagar bambu, ialah di sebelah timur jembatan dekat lokasi pembuangan sampah area Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, dan pagar bambu yang satunya dipasang di perempatan timur Kampung Titang, Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno. Dua pagar bambu yang digunakan untuk menutup jalan desa akses ke Desa Towangsan, Gantiwarno dipasang benner dengan tulisan sama “Disini Bukan Tempat Sampah” Warga RW 05 Ds Towangsan.

Beberapa orang Rukun Warga (RW) 05 yang ditemui Berita Klaten mengatakan yang menutup jalan desa akses ke Desa Towangsan adalah warga RW 05. Menurut mereka, yang buang sampah banyak orang atau warga dari luar Desa Kalitengah, maupun dari luar Desa Towangsan. Lebih lanjut diungkapkan banyak sampah yang dibuang di sebelah barat jembatan atau barat sungai, sehingga cukup mengotori lingkungan barat sungai, yang masuk area Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno. Menurut warga RW 05 Desa Towangsan, jembatan yang sering untuk lewat angkutan truk engkel maupun colt sudah tidak layak. Kondisi jembatan yang bangunan jaman Belanda pondasi jembatan keadaannya mengalami erosi.

Kepala Desa Towangsan Sigit Isrutyanto, ketika ditemui Berita Klaten di kantornya, Selasa (6/7/2021), dikonfirmasi adanya penutupan jalan desa untuk akses lewat Desa Towangsan, Sigit Isrutyanto mengatakan yang menutup jalan desa tersebut adalah warga RW 05 Titang. Bukan atas perintah Pemerintah Desa Towangsan.

Menanggapi adanya penutupan jalan desa oleh warga Titang, Sigit Isrutyanto mengatakan Pemerintah Desa Kalitengah perlu duduk bersama berembug dengan Pemerintah Desa Towangsan yang dimediasi  Pemerintah Kabupaten Klaten oleh instansi yang membidangi.

Sigit Isrutyanto juga mengatakan, jembatan yang di dekat lokasi pembuangan sampah kondisnya sudah mengkhawatirkan karena pondasi jembatan sudah nampak erosi. Maka jembatan itu membahayakan pengguna jalan.

Selain itu Sigit mempunyai usulan tempat pembuangan sampah dikelola secara terprogram dan profesional. Ia juga mengatakan bila area barat sungai digunakan untuk pembuangan sampah akses jalan untuk buang sampah perlu diperbaiki.

Kepala Desa Kalitengah Hariyadi, ditemui di kantornya Selasa siang adanya penutupan jalan desa di dekat lokasi pembuangan sampah di area Desa Kalitengah, ia mengatakan  sebelum dilakukan pasang pagar untuk menutup jalan sebaiknya dilakukan koordinasi lebih dahulu.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klaten Suryanto ketika dikonfirmasi  lewat Whats App mengenai jalan tersebut, Suryanto membalas jalan tersebut klasifikasi merupakan jalan desa.  Mengenai adanya kasus penutupan jalan desa tersebut cukup diselesaikan oleh desa yang bersangkutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Klaten Srihadi menanggapi adanya penutupan jalan desa dengan adanya benner tulisan “Disini Bukan Tempat Sempah” Warga RW 05 Ds Towangsan, lewat polselnya ia mengatakan agar masyarakat mohon tidak membuang sampah sembarangan walaupun desa menyediakan tempat pembuangan sementara, ya jangan sampai menumpuk. Segera dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk diangkut ke TPA.(ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

DomaiNesia