Jelang Pilkades Serentak 2027, Tokoh Lintas Agama Kunci Cegah Konflik Sosial

BERITA KLATEN – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, menegaskan bahwa para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dan strategis dalam mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027.

Hal itu disampaikan KH Syamsuddin Asyrofi saat menyampaikan paparan materi pada acara Sarasehan Pengurus Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan dan Desa yang digelar di Desa Keden, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).

Di hadapan puluhan pengurus PKUB se-Kecamatan Pedan, KH Syamsuddin mengingatkan bahwa suhu politik di tingkat desa biasanya lebih tinggi dibanding Pemilu. Hal ini karena antar calon dan pemilih saling kenal dekat, masih ada ikatan keluarga, sehingga jika tidak dikelola dengan bijak sangat mudah menimbulkan perpecahan.

“Oleh karena itu, kehadiran pengurus PKUB di tingkat kecamatan dan desa menjadi garda terdepan. Kita harus hadir memberikan kesejukan,” ujar Kyai Syamsuddin.

Menurutnya, ada empat peran kunci yang harus dimainkan oleh tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat diantaranya menjadi penyejuk, bukan pemicu.

“Para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menyerukan bahwa pilkades adalah pesta demokrasi untuk mencari pemimpin terbaik, bukan ajang untuk saling membenci. Beda pilihan itu wajar, yang tidak wajar adalah putus persaudaraan karena beda pilihan.

Menjadi Deteksi Dini (Early Warning), bahwa pengurus PKUB yang ada di desa adalah yang paling tahu kondisi lapangan.

“Jika ada bibit-bibit gesekan, isu hoaks, atau provokasi SARA di media sosial, segera laporkan dan redam bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah desa.” katanya.

Selain itu para tokoh lintas agama juga menjadi Teladan Netralitas yakni para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat harus menjaga netralitas dan tidak menjadi tim sukses salah satu calon, agar tetap dipercaya menjadi penengah jika terjadi perselisihan.

Para tokoh lintas agama juga nenjadi pengawal Pilkades Damai dengan cara
bersinergi dengan Kesbangpol, Forkopimcam, dan Panitia Pilkades untuk mewujudkan Pilkades yang aman, jujur, adil, dan bermartabat.

Acara sarasehan di Desa Keden tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusias. Para peserta berkomitmen untuk menjaga kerukunan di wilayah masing-masing dan siap menjadi agen perdamaian menjelang Pilkades Serentak 2027.

Penulis: Moch.Isnaeni

Editor: ksd

Tinggalkan Komentar