Search

Keragaman Budaya Indonesia Ditanamkan Di SDIT Salsabila Baiturrahman

BERITA KLATEN – Momentum Pagelaran Budaya Dan Wisuda Tahfidz bagi siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Salsabila Baiturrahman di Prambanan, Klaten menjadi media menanamkan Sikap Profil Pelajar Pancasila. Pagelaran Budaya dan Wisuda Tahfidz tersebut ditampilkan sangat elok di area SDIT Salsabila Baiturrahman, Rabu (21/6/2023).

Dalam kesempatan Pagelaran Budaya Dan Wisuda Tahfidz ditampilkan budaya tarian-tarian dari berbagai pulau merupakan giat pameran kreatifitas siswa SDIT Salsabila Baiturrahman di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Macam pertunjukan budaya seni antara lain adalah: tarian dari Pulau Sumatera yaitu tari kampuang nan jauh di mato, tarian dari pulau Jawa yaitu tari medle Daerah Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, tarian dari Pulau Bali yaitu tari kecak, tarian dari pulau NTT yaitu permainan tradisional rangku alu, tarian dari Maluku yaitu tari lenso, tarian dari Papua yaitu The Spirit Of Papua, tarian dari Sulawesi yaitu tari angin mamiri, tarian dari Kalimantan yaitu tari ampar -ampar pisang, tarian dari Aceh yaitu tari ratuh Jaroe, dan juga penampilan Tahsin dan Tahfidz anak-anak, serta pameran berbagai buku antologi karya anak-anak.

Selanjutnya, untuk menciptakan suasana meriah juga di pamerkan stand-stand yang didesain sesuai pulau yang ada di Bumi Indonesia yang berada di garis khatuliswa ini.  Dari stand-stand berbagi pulau di Indonesia tersebut, juga dipamerkan berbagai kuliner/ makanan khas dari daerah pulau. Tidak ketinggalan aksesoris khas daerah, juga karya seni miniatur rumah adat juga dipamerkan di stand-stand.

Kepala SDIT Salsabila Baiturrahman Muksin S Sos i, pada Berita Klaten.com mengungkapkan, kegiatan pagelaran budaya dan wisuda tahfidz mempunyai beberapa tujuan, anatara lain:
untuk menumbuhkan dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dimensi kreativitas dan  berkebinekaan global dan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa serta akhlak mulia, menampilkan kreativitas dan rasa percaya diri siswa, memupuk rasa cinta tanah air dan kebudayaan Bangsa Indonesia, pembelajaran siswa secara kongkrit terkait keanekaragaman budaya Indonesia,  memotivasi para siswa untuk terus belajar, mengasah kreatifitas dan tetap mencintai Al-Qur’an.

Muksin menegaskan, yang  luar biasa giat pagelaran budaya dan wisuda tahfidz dapat berjalan lancar dan sukses karena partisipasi aktif dari para orang tua/wali siswa likut terlibat mulai dari persiapan. Orang tua/wali siswa terlibat ikut mendesain stand-stand budaya,  dan mengisinya dengan berbagai hal yang terkait dengan tema. Menurut Muksin tema giat pagelaran budaya dan wisuda tahfidz adalah Bangkit Bersama Mewujudkan Generasi Emas Qur’ani Di Bumi Khatulistiwa.

Muksin berharap diadakannya pagelaran budaya semacam ini, mereka parah siswa,  kedepan dapat menjadi pemimpin bangsa yang menghargai nilai-nilai budaya Indonesia yang berbhinekaan. Muksin juga mengatakan pagelaran budaya sudah 3 kali dilakukan. Namun yang paling meriah pagelaran budaya yang dilaksanakan pada hari Rabu (21/6) ini.

Menurut Muksin jumlah siswa SDIT Salsabila Baiturrahman di Prambanan, Klaten ada 550-an siswa. Masing-masing kelas 1 hingga kelas 6 ada tiga rombongan belajar (Rombel). Jadi keseluruhan ada 18 kelas.

Dalam giat Pagelaran Budaya dan Wisuda Tahfidz juga dihadiri orang tua/wali siswa, Ketua Yayasan Sambudi, Ketua Komite SDIT Salsabila Baiturrahman Nardi, tamu undangan lainnya. Pemandu acara dilakukan oleh beberapa orang guru yang piawai  berkomunikasi, sehingga suasana nampak elok dan semarak. (ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar