Search

Lomba Gejog Lesung Kaum Milenial Menjadi Media Melestarikan Seni Gejog Lesung Yang Adiluhung

BERITA KLATEN – Lomba Gejog Lesung anak remaja/melenial  yang diselenggarakan Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah di Taman Alun-alun Barepan, Sabtu (2/9/2023) merupakan media untuk melestarikan seni budaya Jawa yang adiluhung.

Peserta lomba Gejog Lesung ada 12 kelompok anak-anak remaja/melenial dari Desa Barepan. Peserta lomba Gejog Lesung dominan memakai pakaian tradisional Jawa dari bahan lurik, yang motifnya beragam. Remaja putri memakai kain jarik, sedangkan remaja putra memakai sarung dan tutup kepala blangkon/mondolan maupun iket. Semua peserta yang memakai pakaian tradisi Jawa menjadi pemandangan yang semarak di arena tempat penyelenggaraan lomba Gejog Lesung.

Suasana ketika berlangsung lomba Gejog Lesung nampak meriah, anak-anak remaja peserta lomba Gejog Lesung memainkan musik tradisional gejog lesung dengan penuh riang gembira.

a.

Kepala Desa (Kades) Barepan Irmawan Andriyanto ketika diwawancarai wartawan mengatakan, lomba Gejog Lesung yang digelar tiap tahun oleh Pemdes Barepan sebagai wujud untuk mengupayakan melestarikan/nguri-uri  kesenian lesung yang terbuat dari kayu.

Kades Irmawan menegaskan, lomba Gejog Lesung tahun 2023 ini adalah para anak-anak remaja siswa sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama. Tujuan penyelenggaraan lomba Gejog Lesung ini adalah melanggengkan kesenian gejog lesung di Desa Barepan yang menjadi iconnya. Uniknya,   para remaja yang memainkan alat tradisional lesung dan alu nampak tampil memukau di hadapan penonton dan dewan juri. Jumlah dewan juri ada 3 orang, ialah Ari Yulianto, Rizal Alwy, dan Sriyana SPd.

Irmawan Andriyanto juga  mengungkapkan  penyelenggaraan lomba Gejog Lesung untuk sarana  regenerasi  kesinambungan memperhatikan kesenian gejog lesung, dan untuk merekatkan hubungan persatuan warga Desa Barepan.

Kades Barepan terus berusaha menanamkan rasa cinta terhadap kesenian tradisional, berupa kesenian gejog lesung mesti dilestarikan sebagai kekayaan seni budaya di Desa Barepan.

Salah seorang dewan juri  Sriyana, mengatakan di hadapan peserta lomba Gejog Lesung  kriteria penilaiannya ada empat antara lain: irama/Laras,  harmonia, koregrafi, dan kreatifitas.

Irmawan Andriyanto berharap generasi muda lebih peduli dan senang dengan budaya adiluhung, gejog lesung. Dengan tumbuhnya rasa senang maka budaya tersebut akan terus tumbuh subur di desa Barepan.

Hasil penilaian dewan juri dalam lomba Gejog Lesung adalah, juara 1 diraih oleh group Wisanggeni, nilai 1685, juara 2 diraih oleh group Sekar Langit dengan nilai 1665, dan juara 3 diraih oleh group IPPS Wirabawa dengan nilai 1647.

Juara 1, 2, 3, dan seterusnya mendapat hadiah  uang pembinaan yang besarannya berbeda, serta dapat trofi dari pemerintah Desa Barepan. Kegiatan Lomba Gejog Lesung yang dimulai sekitar pukul 14.00  berakhir pada sore hari. Untuk mengawali kegiatan lomba Gejog Lesung berdoa bersama, terus  menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan nyanyikan lagu Mars Desa Barepan. (ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar