Search

Pagelaran Wayang Kulit Di Gedung Serbaguna Bero Yang Dimotori Hj Kadarwati Sukses

BERITA KLATEN – Hj Kadarwati sukses memotori adanya Pagelaran Wayang Kulit untuk memperingati hari lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Gedung Serbaguna Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah,  Jumat (30/6/2023).

Pagelaran wayang kulit yang dilakukan oleh Ki Dalang Tri Hari mengambil  cerita/lakon Srikandi Unggul berhasil menyedot penonton datang di Gedung Serbaguna Desa Bero. Jalan yang menuju ke Desa Bero penuh orang akan menyaksikan pagelaran pentas wayang kulit. Jalan yang menuju ke Balai Desa Bero sempat macet, karena banyaknya orang yang berkerumun di sekitaran Gedung Serbaguna Desa Bero. Selain penuh orang yang menyaksikan pentas pagelaran wayang kulit, di sepanjang jalan di sekitar Gedung Serbaguna Desa Bero juga penuh orang berjualan aneka ragam. Ada jenis-jenis makanan, mainan anak-anak, angkringan, dan lain-lain.

Hj Kadarwati ketika diwawancarai wartawan  antara lain mengungkapkan pagelaran wayang kulit di Desa Bero ini untuk memperingati hari lahirnya Pancasila dan Bulan Bung Karno, dan tentunya juga untuk nguri-nguri budaya Jawa yang adhi luhung.

Memperingati Bulan Bung Karno adalah untuk selalu mengingat perjuangan tokoh seorang Bung Karno dalam memerdekakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Indonesia Raya. Dengan memperingati hari lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno untuk selalu mengingat kemerdekaan Indonesia Raya. Pada generasi muda terus ditanamkan agar menjadi generasi kuat karakternya melalui Pancasila.  Pagelaran wayang kulit untuk nguri-nguri budaya Jawa merupakan manivestasi gotong royong.

“Memperingati hari lahir Pancasila adalah juga makna memahami Indonesia Raya, Indonesia yang terus maju. Sehingga 100 tahun Indonesia emas pada tahun 2045 sudah dimulai sejak sekarang,”ungkap Hj Kadarwati.

Hj Kadarwati melihat di jalan-jalan banyak yang macet, menandakan pergerakan  ekonomi sudah ada. Di Desa Bero dengan adanya pentas pagelaran wayang kulit ini mendatangkan orang banyak, dan banyak orang jualan, menurut Kadarwati sudah menggerakan roda perekonomian di Desa Bero.

Menjawab pertanyaan korelasi lakon Srikandi Unggul dengan Bulan Bung Karno di bulan Juni ini, Hj Kadarwati mengatakan perempuan harus terus berjuang maju mengisi kemerdekaan Indonesia Raya. Hj Kadarwati mengatakan bahwa dirinya sebagai kader Dapil 7 ditunjuk menjadi komandan tempur di Jawa Tengah. Sebagai perempuan akan terus berjuang memenangkan pada tahun 2024. Sebagai Srikandi akan siap maju perlu gotong royong, dan menerima perbedaan untuk persatuan dan kesatuan di NKRI.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Srikandi Unggul ditandai penyerahan tokoh wayang Srikandi  yang dimulai dari Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo diserahkan pada Hj Kadarwati, kemudian dari Hj Kadarwati diberikan Ketua Dewan Kesenian Klaten Sunarno, dari Sunarno kemudian diserahkan pada Ki Dalang Tri Hari.

Kepala Desa Bero Suranto pada wartawan mengatakan mengatakan senang adanya pentas pagelaran wayang kulit di Bero yang dimotori oleh Hj Kadarwati. Dengan ada pentas pagelaran wayang kulit dapat menggerakan roda perekonomian di Desa Bero.  Banyak UMKM yang berjualan sehingga usaha warga masyarakat di Desa Bero dapat dipasarkan. Suranto mengatakan yang istimewa dalam momentum pagelaran wayang kulit untuk memperingati hari lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno juga memperingati hari ulang tahun Ibu Hj Kadarwati, maka diadakan potong tumpeng untuk merayakannya.

Hadir tamu undangan menyaksikan pagelaran wayang kulit adalah Assisten 1 Jaka Purwanto, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Klaten Sunarno, Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, anggota DPRD Klaten dari Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil 4 dan 5, Muspika Trucuk, Pengurus PAC Trucuk, dan tamu undangan lainnya.

Melalui pentas pagelaran wayang kulit adalah untuk nguri-nguri budaya Jawa sebagai manivestasi menanamkan nilai-nilai Pancasila.(ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar