PTM Di SD Negeri 2 Bareng Klaten Tengah, Siswa Juga Diajak Berjemur

 29 total views,  1 views today

BERITA KLATEN – Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Bareng, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah siswa juga diajak berjemur secara bergilir.

Kepala SD Negeri 2 Bareng Supriyadi didampingi guru wiyata  bakti agama Islam Khusnul Khotimah, mengatakan uji coba PTM sudah dilakukan sejak hari Kamis (2/9/2021) pekan lalu. Hari ini Selasa (7/9/2021) memasuki uji coba PTM hari ke-5. Uji coba PTM sampai hari ke-5 berjalan lancar. Supriyadi mengatakan uji coba PTM sampai hari Rabu (8/9/2021), pelaksanaan PTM selama dua jam, masuk pukul 08.00 sampai pukul 10.00. Supriyadi juga mengungkapkan  hari Kamis (9/9/2021) sudah memasuki pelaksanaan penilaian tengah semester (PTS) pertama. Jumlah siswa SD Negeri 2 Bareng ada 59 siswa.

Selama pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka para siswa juga ada waktu untuk berjemur  di halaman secara bergantian per kelas. Lama waktu berjemur sekitar 15 menit. Ketika berjemur siswa sambil melakukan gerakan ringan anggota badannya. Para siswa nampak gembira sambil bersenda gurau ketika sedang berjemur di bawah sinar matahari. Berjemur sambil olah raga menggerakan anggota badan agar badan tetap sehat.

Kepala SD Negeri 2 Bareng di Kecamatan Klaten Tengah Supriyadi yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di Kecamatan Klaten Tengah mengatakan uji coba PTM yang sudah dimulai sejak hari Kamis (2/9/2021) pekan lalu berjalan lancar. Ia juga mengungkapkan tiap kecamatan ada lima SD untuk contoh uji coba PTM. Di Kecamatan Klaten Tengah adalah SD Negeri 1 Bareng, SD Negeri 2 Bareng, SD Negeri 1 Buntalan, SD Negeri 3 Buntalan, dan SD Negeri 1 Jomboran. Menurutnya pelaksanaan uji coba PTM di Klaten Tengah berjalan tertib, lancar dan kondusif.

Lebih lanjut Supriyadi menyampaikan, para guru sudah mengarahkan siswa/anak agar disiplin protokol kesehatan (prokes).  Anak memakai masker, mau masuk kelas agar mencuci tangan dengan air mengalir, tempat duduk diatur jaraknya 1 meter. Dan guru yang mengajar juga memakai masker. Menurut Kepala SD Negeri 2 Bareng para siswa sudah rindu sekolah. Siswa sudah ingin bertemu dengan gurunya, mulai menebak-nebak siapa gurunya di kelas. Hal keinginan siswa sudah ingin masuk sekolah juga sudah didukung oleh orang tua siswa. Rencana uji coba PTM yang diundur-undur, sekarang sudah terlaksana PTM, sehingga menggembirakan para siswa/orang tua siswa, dan tentunya juga bagi para guru. Supriyadi berharap mudah-mudahan pandemi virus korona atau Covid-19 segera berakhir. Sehingga  sekolah sudah masuk semua melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Anak-anak/para siswa sudah rindu masuk sekolah kembali. Anak-anak juga mengatakan sudah ingin ketemu bapak dan ibu guru. Anak-anak mencoba menebak-nebak siapa bapak atau ibu gurunya nanti bila masuk sekolah. Mudah-mudahan masa pandemi virus korona atau covid-19 segera berakhir. Sehingga sekolah sudah semua, siswa dan guru merasa gembira…. salam sehat,”ungkap Supriyadi.

Supadmi selaku Ketua Komite SD Negeri 2 Bareng mengatakan mendukung dilaksanakan uji coba PTM di SD Negeri 2 Bareng. Menurut Supadmi yang anaknya kelas 5 dalam pelaksanaan uji coba PTM yang taat disiplin protokol kesehatan.  Sarana untuk prokes mesti ditaati. Siswa dan guru mesti taat memakai masker. Alat untuk mencuci tangan menggunakan air yang mengalir sekolah mesti menyediakan sarananya. Supadmi berharap pandemi virus korona segera berakhir. Siswa segera dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah secara tatap muka.

Bila kegiatan pembelajaran dilakukan secara dalam jaringan (daring) lewat internet bagi orang tua siswa yang tidak mampu/kaya maka anak tidak dapat mengikuti pelajaran, karena orang tua tidak bisa beli pulsa.  Untuk dapat mengikuti pembelajaran secara diperlukan pulsa yang tidak sedikit.

 

SD Negeri 1 Bareng  Juga Siap PTM

Terkait uji coba PTM, untuk SD Negeri 1 Bareng juga sudah siap melaksanakan uji coba PTM dimulai hari Senin (6/9/2021) kemarin.

Kepala SD Negeri 1 Bareng Sulastri ketika ditemui di kantornya, Selasa (7/9/2021) ia mengungkapkan kesiapannya melaksanakan uji coba PTM. Persiapan administrasi surat menyurat pendukung pelaksanaan uji coba PTM sudah lengkap.  Sehingga pengakuan Sulastri dengan lengkapnya dokumen surat-surat sebagai dasar melaksanakan uji coba PTM ia merasa tenang dan nyaman.

Sulastri mengatakan jumlah siswa SD Negeri 1 Bareng ada 150 siswa. Karena itu pelaksanaan uji coba PTM dibagi dua shift. Shift pertama pukul 08.00 – 10.00, kemudian shift ke-2 pukul 10.10 – 12.10. Karena setelah selesai shift pertama dalam jedah waktu 10 menit digunakan untuk menyemprot semua ruang kelas menggunakan cairan disinfektan untuk membunuh kuman.

Siswa ketika akan masuk lebih dulu mencuci tangan dengan air mengalir lewat kran air yang sudah disediakan di depan masing-masing kelas. Kemudian siswa diukur suhunya. Terus langsung disuruh masuk dan duduk di kursi yang sudah diatur jaraknya 1 meter dari muka ke belakang. Siswa tidak boleh bergerombol sebelum masuk kelas. Begitu siswa sampai di loksi sekolah diminta masuk kelas. Para siswa sudah membawa bekal makanan dari rumah.

Sekedar info, Sulastri ketika ditemui Berita Klaten.com di kantornya menyampaikan guru pegawai negeri sipil atau aparat sipil negara (PNS/ASN) di SD Negeri 1 Bareng, Klaten Tengah jumlahnya ada 6 orang guru. Ialah guru kelas 3, 4, dan kelas 6, serta guru olah raga, guru agama Katolik, dan Kepala Sekolah, lainnya guru wiyata bakti, dan seorang karyawan / pembantu.

Sulastri juga berharap pandemi virus korona atau covid-19 segera berakhir.  Agar kegiatan belajar mengajar segera normal kembali. Orang tua murid dan para guru lebih enak bila kegiatan pembelajaran dilakukan secara tatap muka.

Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Klaten Tengah Wahyu Sugiharjana ditemui di kantornya Senin (6/9/2021) mengungkapkan pelaksanaan uji coba PTM di Wilayah Kecamatan Klaten Tengah berjalan lancar. Semua sekolah yang melaksanakan PTM sudah melengkapi sarana untuk mendukung prokes. Harapannya semoga masa pandemi virus korona segera berakhir. Sehingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar kembali normal.(ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

DomaiNesia