Search

Rembuk Bareng Untuk Menurunkan Angka Stunting Bayi Di Kabupaten Klaten

BERITA KLATEN –  Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menggelar Rembuk Stunting di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Klaten, Kamis (19/05/2022) pagi.

Hadir dalam Rembuk Stunting ini yaitu Bupati Klaten Hj Sri Mulyani, Wakil Bupati Yoga Hardaya, Ketua DPRD Klaten Hamenang,  Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Klaten, dan tamu undangan lainnya. Rembuk stunting ini juga diikuti  Camat, Kepala Desa, Puskesmas, dan TP PKK Kecamatan melalui virtual.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani mengungkapkan, sebagai dasar akselerasi dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Klaten telah ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan penanggulangan stunting yang ada di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Bupati Hj Sri Mulyani mengatakan dalam rangka upaya penurunan stunting di Klaten, jaringan birokrasi harus hadir untuk kebutuhan warga demi percepatan penurunan stunting.

“Organisasi Perangkat Daerah(OPD) harus membuat program dengan lokus dan fokus agar berjalan efektif dan efisien. Saya yakin, dengan program tersebut, masalah stunting di Kabupaten Klaten bisa terselesaikan,” ujar Sri Mulyani.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani berpesan, pada semua pihak untuk komitmen bersama guna menekan kasus stunting di Kabupaten Klaten, karena saat ini angka stunting di Klaten sudah mencapai 9,3% dibawah angka nasional 14%.

“Saya berkomitmen mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Klaten,”ucap Sri Mulyani tegas.

 

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani foto bersama dengan unsur Pejabat Pemerintah Kabupaten Klaten yang berkomitmen menurunkan angka stunting.Photo Diskominfo (19/05/2022).

 

 

Kemudian Bupati Klaten, Wakil Bupati Klaten, Ketua DPRD Klaten, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Kepala Dinsos, dan Plt Kepala Bappeda Litbang melakukan penandatanganan Komitmen bersama untuk penurunan stunting di Kabupaten Klaten.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten, dr Cahyono Widodo menjelaskan, stunting di Kabupaten Klaten cukup dinamis. Di tahun 2020, stunting sempat naik menjadi 10,3%. Kemudian tahun 2021 turun menjadi 8,8%, terus bulan Febuari  2022 menunjukan kenaikan menjadi 9,26%.

Menurut dr Cahyono survei SSPI tahun 2021 menunjukkan bahwa angka stunting kita turun menjadi 18,8% dibanding hasil survei pada tahun 2018  di angka 29,6 persen.

“Hal ini menunjukkan ada harapan bahwa kita bisa mencapai taget angka stunting dibawah 14 persen pada tahun 2024,” jelasnya.

Cahyono Widodo menerangkan, kegiatan rembuk stunting yang diikuti oleh 630 peserta tersebut bertujuan untuk membangun komitmen para pengambil kebijakan untuk meredamkan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi interpresi dalam program stunting dan penurunan angka gagal tumbuh pada akselerasi Kabupaten Klaten.

Ia menyebutkan, ada sejumlah program yang sudah dilakukan Dinkes untuk percepatan penurunan stunting di Klaten seperti Waskita (Wajib Awasi Bersama Kesehatan, Ibu, Bayi, dan Balita) dan Seruling Bambu (Serbu dan Buru stunting Bekali anak menjadi Bibit unggul).

Cahyono menambahkan, Dinkes juga melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk program SMART Tablet, dengan Kemenag melakukan sertifikasi untuk calon pengantin, dan dengan TP PKK program baby kafe.

“Karena untuk mewujudkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing adalah dengan meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas SDM melalui upaya penurunan stunting,” tutur dr Cahyono W. (ksd/kominfo/*)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar