Setelah Vaksinasi PTM Di SMP Negeri 1 Jogonalan Kembali Normal

 12 total views,  1 views today

BERITA KLATEN – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah setelah siswa vaksinasi  di sekolah setempat diharapkan pembelajaran tatap muka berjalan normal, Sabtu (25/9/2021).

Kepala SMP Negeri 1 Jogonalan Endah Sulistyowati ketika diwawancarai wartawan antara lain menuturkan kegiatan vaksinasi untuk siswa SMP Negeri 1 Jogonalan bekerja sama dengan Kecamatan Jogonalan,  Puskesmas Jogonalan 1, dan Koramil Jogonalan, tentunya sepengetahuan Kodim Klaten.

Lebih lanjut Endah Sulistyowati menjelaskan jumlah siswa SMP Negeri 1 Jogonalan ada 864 siswa. Kuota ada 1000. Karena itu vaksin juga untuk  siswa SMK Rahani dan SMK Wasis di Jogonalan. Siswa SMP Negeri 1 Jogonalan sudah ada yang divaksin ikut di desa, namun juga ada 4 siswa yang tidak dapat ikut vaksin hari ini karena umurnya belum 12 tahun. Selain umur, ada 2 siswa yang terpapar korona atau covid-19. Sehingga ada 6 siswa belum divaksin. Menurut Endah S, juga ada siswa yang belum divaksin karena data kartu keluarga belum online, namun data belum dicheck.

“Saya berharap setelah siswa divaksin pembelajaran tatap muka (PTM) dapat normal dan nyaman. Kegiatan PTM sudah masuk 6 hari. Guru semua sudah divaksin dan siswa sebagaian besar vaksin. Sehingga semua dalam kondisi sehat. Dan yang prinsip dalam PTM di SMP Negeri 1 Jogonalan tetap disiplin protokol kesehatan (Prokes) bagi guru dan siswa. Kami para guru dalam PTM mengedepankan akademik, tetapi prioritaskan kesehatan,”ungkap Endah Sulistyowati.

Untuk syarat administrasi, para siswa mengumpulkan copy kartu keluarga (KK), juga daftar lewat aplikasi peduli lindungi. Dengan metode/cara itu memperlancar pelaksanaan vaksinasi.

Kepala Puskesmas Jogonalan 1 dr Parwiati pada wartawan mengatakan para pelajar setelah divaksin akan terjaga imunnya. Bila siswa sehat dapat mengikuti PTM. Namun mesti tetap disiplin Prokes.  Dokter Parwiati merasa kasihan pada para siswa, karena masa kanak-kanak terenggut adanya pandemi virus korona.

Dokter Parwiati juga mengatakan siswa yang tidak dapat ikut vaksin bila sedang flu atau pilek.  Karena itu suhunya dapat mencapati 37 derajat ke atas. Untuk dapat vaksin suhu di bawah 37 derajat. Umur siswa 12 tahun ke atas.

Tenaga kesehatan yang dilibatkan untuk giat vaksinasi di SMP Negeri 1 Jogonalan ada 20 orang.  Baik bidan, tenaga admin diterjunkan di lokasi SMP Negeri 1 Jogonalan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah.

Afrida salah seorang siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Jogonalan setelah divaksin merasa senang. Afrida ketika divaksin tidak merasa sakit, dan tidak merasakan ada perubahan kondisi badannya. Harapannya Afrida segera dapat masuk sekolah secara normal.

Orang tua siswa bernama Karyani menanggapi adanya vaksin bagi siswa di SMP Negeri 1  Jogonalan mengatakan bagus. Harapannya siswa segera dapat kembali mengikuti pelajaran di sekolah dalam kondisi normal.

Pelaksanaan vaksinasi di SMP Negeri 1 Jogonalan berjalan lancar. Para siswa mengikuti tata tertib secara antre. Tidak menimbulkan kerumunan. Disiplin Prokes dan 3M ditaati para siswa.(ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

DomaiNesia