Tera Ulang Timbangan Di Pasar Wedi Kurang Disambut Antausias Pedagang

BERITA KLATEN – Pedagang di Pasar Wedi kurang antausias adanya tera ulang timbangan yang dilaksanakan di area Pasar Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Selama dipantau Berita Klaten.com di lokasi area Pasar Wedi sampai pukul 11:30-an pedagang yang mempunyai alat ukur berupa timbangan hanya ada 28 timbangan yang ditera ulang. Tentunya dari 28 timbangan yang ditera ulang miliknya dari 28 orang pedagang yang memiliki alat ukur berupa timbangan. Sejumlah 28 timbangan tersebut terdiri dari 26 timbangan kodok, dan 2 timbangan digital.

Petugas yang melaksanakan tera ulang timbangan oleh  tim Maju Mapan Jaya Makmur (MJMP) Klaten. Kepala atau Pimpinan MJMP Wardoyo, ketika diwawancarai Berita Klaten.com mengungkapkan dulu pada tahun 2018 lalu, ketika dilaksanakan tera ulang timbangan capaian timbangan yang ditera ulang ada 300 sampai dengan 400 timbangan. Itu sewaktu tera ulang timbangan dilakukan oleh petugas metrologi dari Provinsi Jawa Tengah. Sekarang tera ulang timbangan dilakukan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Klaten capaiannya hanya 70 sampai dengan 100 timbangan.

Wardoyo menjawab pertanyaan Berita Klaten.com  mengenai jumlah petugas MJMP,  Wardoyo mengatakan jumlah anggota tim MJMP ada 9 orang,.dan diawasi oleh 2 orang petugas dari Dinas Perdagangan Kabupaten Klaten.

Timbangan kodok yang sudah dikalibrasi/distandarkan dan sudah dicat. (Photo :P.Kusdinarno 3/8/2026)

Untuk melakukan tera ulang timbangan setiap satu unit timbangan dikenai beaya Rp50.000,-. Menurut Wardoyo beaya sejumlah Rp50.000,- untuk beaya reparasi dan pengecatan timbangan yang sudah nampak lusuh. Ditegaskan Wardoyo penarikan dana  tera ulang timbangan adalah untuk operasional dan jasa bagi tim MJMP. Wardoyo menuturkan prosentase dana beaya Rp50.000,- ialah 30% untuk operasional, dan 70% untuk jasa tim MJMP.

Wardoyo mengungkapkan timbangan untuk alat ukur berat mesti perlu dilakukan tera ulang timbangan untuk kalibrasi menstandarkan timbangan.

Salah seorang ibu pedagang di Pasar Wedi mengungkapkan tidak banyak pedagang ingin melakukan tera ulang timbangan karena tidak punya dana untuk beaya tera ulang timbangan.

Beberapa orang ibu-ibu  yang sedang  berbelanja di Pasar Wedi berharap dengan adanya tera ulang timbangan para pembeli yang belanja  di Pasar Wedi mendapat barang yang dibeli beratnya standar, sesuai ukuran timbangannya. (ksd)

Tinggalkan Komentar