Tradisi Sadranan Dengan Diakhiri Sebar Udik-udik Uang Receh Logam

BERITA KLATEN – Tradisi sadranan yang sudah berjalan ratusan tahun di Dusun Dalangan, Desa Kalitengah, Wedi, Klaten, Jawa Tengah,  yang menarik dilakukan dengan  menyebar udik-udik uang logam, totalnya mencapai Rp15 jutaan, Jumat (17/3/2023).

Sekitar 500-an anak remaja, juga orang dewasa ikut berebut (rayahan) untuk mendapatkan uang pecahan logam yang disebar dari bekas bangunan Masjid Mbah Bolu di Dusun Dalangan. Kebetulan menjelang dimulainya sadranan turun hujan amat deras, dan dibarengi angin yang cukup kencang.  Karena itu sadranan  dimulai menunggu berhentinya hujan.

Sekira pukul 16.20 sadranan dimulai dengan dilakukan doa kenduri yang dipimpin oleh salah seorang warga Dalangan bernama Harjanto. Selesai dilakukan doa, tidak lama kemudian terus dilanjutkan menyebar uang pecahan logam.  Orang yang menyebar uang pecahan logam dilempar ke arah  anak-anak remaja yang sudah berkerumun di sisi depan, sisi samping utara, dan sisi samping selatan Masjid Mbah Bolu.

Karena suasana habis hujan, area di depan Masjid Mbah Bolu masih ada air yang menggenangi. Namun  anak-anak remaja tidak memperdulikan kondisi di sekitar bekas bangunan Masjid Bolu. Mereka tetap gembira mencari uang pecahan logam yang disebar-sebarkan.

Begitu koin-koin uang pecahan logam disebar dengan dilemparkan ke arah kerumunan ratusan orang yang ingin menangkap uang-uang pecahan logam. Karena habis hujan  maka anak-anak remaja yang berkelopotan lumpur (bletok jawa). Sehingga banyak anak remaja yang berkelopotan lumpur/bletok kelihatan lucu. Kesempatan menyebar uang pecahan logam berlangsung hingga menjelang Sholat Magrib.

Salah seorang warga Dusun Dalangan yang sudah tua, dan dianggap  sesepuh bagi warga Dusun Dalangan bernama Sabari Broto Suyanto ketika diwawancarai wartawan mengungkapkan  tradisi nyadran di Masjid Mbah Bolu di Dusun Dalangan dilaksanakan setiap setahun sekali. Pelaksanaan nyadran setiap hari Jumat akhir pada sasi Ruwah (bulan Jawa). Tradisi nyadran ini merupakan nguri-nguri Budaya Jawa dengan udik-udik uang receh logam. Menurutnya ini merupakan bersyukur untuk sedekah, dengan melakukan udek-udek berupa uang pecahan logam.

Sabari Broto Suyanto menuturkan orang yang melakukan sedekah dari warga sekitar Dalangan, dan juga datang dari  luar Dusun Dalangan, termasuk ada yang datang dari luar kota Klaten. Tradisi nguri-nguri budaya nyadran dengan udik-udik sudah dilakukan oleh turun temurun. Bahkan untuk udik-udik uang receh logam dilakukan setiap hari Jumat.

Hartini warga setempat, ia juga melakukan udek-udek uang pecah logam sejumlah kurang lebih Rp200.000,- mengatakan merasa senang dan bahagia dapat sedekah di tradisi nyadran. Harapannya tahun depan ia masih dapat sedekah nyadran dengan udik-udik. Suasana di tahun depan semoga tambah meriah lagi. (ksd)

Cloud Hosting Indonesia

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

DomaiNesia